Tragis, Tiga Anggota Keluarga Tak Berdaya Hidup Dalam Satu Rumah

0
463
Akp. Sunarijati, kapolsek Kwadungan, saat menjenuk Mbah Mini.
Space Iklan

NGAWI | GADING.NEWS — Sungguh tragis kehidupan Mbah Mini sekeluarga warga Dukuh Tarum RT/RW 05/03 Desa Karangsono, Kecamatan Ngawi. Dengan menyandang sakit keras membuat Kapolsek turun tangan bersama anggotannya.

Akp. Sunarijati, Kapolsek Kwadungan merasa bersalah. Lantaran sudah menjabat sebagai Kapolsek Kwadungan selama hampir satu tahun baru mengetahui, kehidupan Mbah Mini sekeluarga.

“Awalnya saya meminta anggota terutama Babinkhamtimas mencari warga tidak mampu, saat peringatan hari Bhayangkara ke-74 lalu.  Saya diajak untuk melihat komunitas ketempat orang penyandang fehabilitas (cacat),” kata kapolsek saat menceritakan pada awak media. Senin (13/07/2020).

Setelah kita telusuri salah satu penyandang cacat itu, Lanjut Kapolsek Kwadungan, melalui anggota melakukan peninjauan ke rumahnya. “Setelah kami telusuri dan mendapatkan alamat rumahnya. Saya sangat menyayangkan hal ini mas, ada tiga warga hidup satu rumah. Mereka usia lansia yang kebutuhan seharinya hanya menanti belas kasihan tetangga dan anaknya yang di luar,” kata kapolsek.

Mendengar cerita dari Kapolsek, wartawan mencoba klarifikasi dengan seketaris desa karangsono melalu WhatsApp. Dari keterangan Sekdes (Carik) terkejut, bawasannya Sekdes ini tidak tahu warga itu tinggal. Pihak pemdes akan melakukan pengecekan terhadap warganya itu.

Setelah bertemu, Embah Mini, 85 tahun, mengalami patah tulang di pergelangan tangan. Suwarno, 60 tahun, Mengalami sakit setruk sudah 15 tahun, dan tidak punya penghasilan. Kehidupan sehari-hari mengandalkan belas kasihan dari tetangga.

Sedangkan Sari, laki-laki, 52 tahun, mengalami sakit polio sejak kecil.merawat ibu kandung dan kakaknya (Embah Mini dan Suwarno).

Share this:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here