Pulang dari Surabaya, Warga Ponorogo ini Positif Covid-19

0
40
Bupati Ponorogo, Drs. H. Ipong Muchlissoni
Space Iklan

PONOROGO | BIDIK.NEWS  – Bertambah lagi satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Ponorogo yang merupakan kasus Imported Case, Kamis (25/06/2020). Karena pasien ini pulang dari Kota Surabaya 3 hari yang lalu.

Imported case adalah saat kasus infeksi virus Covid-19 yang penularannya terjadi di luar lokasi penderita. Dalam konteks di Ponorogo, penderita virus Covid-19 itu tertular saat berada di luar daerah Ponorogo, kemudian diketahui sakit setelah masuk ke Ponorogo.

Dengan bertambahnya satu kasus ini, sampai Kamis (25/6/2020) total kasus positif Covid-19 di Ponorogo menjadi 39 pasien. “Warga Ponorogo yang saya cintai, hari ini kembali terdapat penambahan 1 kasus positif yang kita dapatkan dari imported case,” ujar Ipong Muchlissoni, Bupati Ponorogo, Kamis (25/6) malam

Indentitas pasien No 39 di Ponorogo ini adalah seorang perempuan (25), warga Kertosari (Babadan), Ponorogo. Diketahui pasien sehari – hari bekerja di Surabaya. Dan sekitar 3 hari yang lalu pulang dari Surabaya dengan mengeluh demam dan batuk kemudian berobat ke RSUD.

“Berdasarkan pemeriksaan saat itu didapatkan Aneumoni Bilateral dan Rapid Test Anti body Reaktif. Setelah dilakukan pemeriksaan PCR terhadap swab tenggorokan, hari ini didapatkan hasil positif Covid-19,” jelas Bupati Ipong.

Bupati Ipong juga sangat menyayangkan pasien yang lebih memilih pulang dalam keadaan sakit daripada memilih untuk tetap berobat saja di Surabaya sampai sembuh. “Hal ini dapat beresiko penularan terhadap orang lain, selama dalam perjalanan maupun kepada keluarga di rumah,” kata Ipong.

Menurutnya, kemungkinan hal ini terjadi karena saat ini seluruh RS di kota besar penuh dengan pasien COVID-19. Bahkan beberapa RS terpaksa menutup pelayanan dikarenakan sudah overload.

“Hal ini bukan tidak mungkin terjadi di Ponorogo, apabila kondisi di kota-kota besar tersebut tidak dapat dikendalikan, sehingga orang – orang yang sakit disana, kembali ke daerah asal masing-masing. Apalagi jika ditambah dengan kurangnya kedisiplinan kita dalam menerapkan protokol kesehatan. Tentunya bukan hal seperti itu yang kita harapkan,” ujarnya.

Ia meminta kepada Kepala Desa / Lurah dan seluruh perangkatnya beserta Ketua RT/RW untuk meningkatkan kewaspadaan dan monitoring keluar masuknya warga di wilayahnya masing – masing. Supaya penambahan kasus Covid-19 terutama yang berasal dari imported case bisa dihambat.

Di sisi lain, satu orang pasien Covid-19 di Ponorogo dinyatakan sembuh, yaitu pasien No. 24, laki- laki, yang beralamat di Surodikraman (Ponorogo).

Dengan demikian, tercatat data kasus Covid-19 di Ponorogo hingga Kamis (25/6/2020) total ada 39 kasus, dengan rincian 26 pasien telah dinyatakan sembuh, 2 meninggal dunia dan 11 masih dalam perawatan.

Share this:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here